clicksor

Monday, July 30, 2012

UJI TANPA MERUSAK ( NON DESTRUCTIVE TEST / NDT ) PADA HASIL LAS


Adalah  sarana penunjang yang sangat diandalkan oleh kegiatan pengendalian dan pemastian mutu las sebagai sarana untuk mendapatkan data dari  ukuran / dimensi obyek inspeksi maupun jenis , bentuk ,  dan lokasi non konformasi yang terdapat pada sambungan las.

Karena jenisnya yang beragam  dan tingkat kesulitan interpretasinya yang tinggi , diperlukan seseorang yang sangat akhli dalam pelaksanaan NDT ini ( NDT Inspector ) , yang untuk itu diperlukan kualifikasi kompetensi yang berjenjang mulai dari level 1  hingga level 3 yang tertinggi.

Dengan berkembangnya penguasaan teknologi manusia , berkembang pula jenis  uji tanpa rusak dan cakupan penggunaan  serta tingkat kemampuan dan keakuratan  pendeteksiannya.

Adapun jenis jenis NDT , adalah sebagai berikut :
·        Dye/ liquid penetration
·        Magnetic particle .
·        Radiografi
·        Ultrasonic
·        Eddy current
·        Electro magnetic sorting
·        Neutron radiografi
·        Optical & acoustic holografi
·        Acoustic emission
·        Microwave inspection
·        Hardness test
·        Leaktest
·        Spark test
·        Chemical spot check.

Disamping jenis jenis tersebut diatas masih terdapat beberapa jenis piranti pengujian / pendeteksian yang didak merusak bahan seperti : tachometer untuk pengukuran rpm , vibrometer untuk getaran , thermometer untuk suhu , manometer untuk tekanan , gas leak detector untuk mendeteksi keberadaan / kebocoran gas , teodolit untuk pengukuran elevasi  dan letak kedudukan , leak detector untuk mendeteksi lokasi kebocoran yang teralingi , cabel locator untuk mengetahui lokasi kabel bawah tanah , metal detector untuk mendeteksi lokasi metal didalam tanah atau dibalik sesuatu ,  avometer untuk mengetahui ada dan besarnya arus listrik , holidy detector untuk mengetahui adanya kebocoran sangat halus pada lapis isolasi / insulasi hygrometer untuk mengetahui tingkat kelembaban relatif , sound level detector untuk mengetahui tingkat kebisingan , survey meter untuk mengetahui keberadaan dan tingginya tingkat radiasi , infra red camera untuk mengetahui kegagalan lapis tahan panas internal , batrometer untuk mengetahui tekanan udara atmosfir dan lain lain , serta gages seperti weld gage untuk pengukuran dimensi las , depth gage untuk mengukur kedalaman takik karat , roughness gage untuk mengukur kekasaran permukaan , flatness gage untuk mengukur tingkat kerataan permukaan , pain thickness gage untuk mengukur tebal cat , , filler gage untuk mengukur celah, wobble gage untuk mengukur konsistensi dimensi diameter silinder / pipa , introscope untuk mengetahui kondisi dalam tube , boroscope untuk mengetahui kondisi dalam ruang yang tidak accessible , spectroscope untuk mendeteksi komposisi kimiawi material , stetoscope untuk mendengarkan suara pusingan mesin , microscope untuk mengetahui struktur micorcopis permukaan material , corrosometer untuk mengukur tingkat pengkaratan suatu sistim operasi , vibre optic untuk memantau kondisi permukaan yang tidak dapat dicapai / dimasuki, telescope untuk memantau dari jarak jauh uji pneumatis , micrometer ( inside  , outside ) dan jangka ingsut ( caliper vernier ) untuk mengukur secara sangat akurat ukuran produk werkbank ( bubut , serut , cotter ,  buffing dll ) , level ( water pass ) untuk mengukur kerata airan suatu permukaan , dan lain lain .


Artikel Terkait:

No comments:

Post a Comment